#BlogArchive1 .widget-content{height:300px;width:auto;overflow:auto;}

Pages

Sunday, March 13, 2011

Belajar dari Iblis


Bismillahirrahmanirrahiim

Ilmu yang sudah lama ada dan baru diingatkan oleh sahabat karena kunjungan silaturahimnya pagi ini ^_^

BELAJAR DARI IBLIS

Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan semua makhluknya dengan segala hikmahnya..

Hikmah apa yang bisa di ambil dari IBLIS (laknat Alloh bersamanya)..?

Seperti diketahui IBLIS merupakan makhluk paling keji, ia terus menerus menggoda manusia hingga hari yang ditentukan Alloh. Suatu hal yang patut dicontoh dari sesosok makhluk, kita sebut saja IBLIS --> karena ada Jin, Setan, dsb. (generalisasi)

Bagaimana mungkin makhluk ini dengan sombongnya di depan Alloh, ketika di suruh bersujud depan Nabi Adam as, ia menolak. Merasa lebih hebat dan lebih kuat. Antara Api dengan Tanah.

Atas dasar peristiwa itulah maka Iblis di usir dari syurganya Alloh. Yah seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'anul Kariim IBLIS meminta penangguhan (untuk dapat MENGGODA Adam dan anak cucunya) kepada Alloh. Dan Allah pun memberi IZIN. (QS:7:11-15) (QS:15:26-38) (38:71-81)

Atas dasar itulah IBLIS terus ber-ISTIQAMAH dalam menjalankan tugasnya sampai pada waktu yang ditentukan..

HIKMAH yang membedakan IBLIS dengan MANUSIA adalah:

1. IBLIS tunduk dan patuh terhadap perintah Alloh

2. IBLIS istiqamah dalam menjalankan tugas

3. IBLIS pantang menyerah dalam menjalankan tugas

Pada peristiwa lainnya,

IBLIS "terpaksa" menemui Nabi Muhammad saw, atas perintah Alloh melalui malaikat utusannya, IBLIS disuruh menerangkan/menjawab segala pertanyaannya Baginda Nabi Muhammad saw. Tanpa berbohong sekalipun.

dapat dilihat IBLIS yang tukang bohong pun (atas izin Alloh), tunduk dan patuh terhadap perintah Alloh untuk mendatangi Nabi saw walau dengan terpaksa dan harus jujur.

Kesimpulan:

IBLIS menjalankan semua perintah itu (menggoda manusia) atas perintah Alloh yang berarti IBLIS tunduk dan patuh terhadap Alloh, selain itu IBLIS juga ISTIQAMAH dalam menjalankannya. Mungkin kalau ke-ISTIQAMAHANnya itu dialihkan untuk berbuat amal shalih, IBLIS bisa menjadi yang terbaik kali ya?? (berbarengan dengan malaikat).

Dan sebuah catatan PENTING bahwa IBLIS hanya bisa MENGGODA manusia, tidak bisaMENYESATKAN manusia. Karena itu adalah KEMAHAKUASAAN ALLOH untuk membolakbalikkan hati manusia, dan memang pilihan bagi manusia itu sendiri, apakah akan ikut tersesat dan tergoda atau istiqomah dalam beramal shalih

Bagaimana dengan kita sebagai Manusia yang tujuan penciptaanNya adalah tunduk dan patuhkepada Alloh?

Apakah sudah dapat tunduk dan patuh? dan apakah sudah ber-ISTIQAMAH?

Mari sama2 BELAJAR DARI IBLIS

Wallahu'alambisshawab.


EHP

211210

Untaian Senar Hati

Lentikan dawai gitar teralun

Menggetarkan suasana hati yang terdalam

Menyusup.. Merasuk.. gelora jiwa, tertegun!

Pancaran wajah terpikir dan perlahan dia menyulam

Halus..

Menghantui..

Bermekaran bunga ccinta di dalam daada

Semakin laju karena alunan kata dan sikap

Bersembunyi dendang asmara

Tak mengalun

Tak berdayung

Hilang pula sebuah penyambutan

Rangkaian rasa yang tidak mudah dimengerti

Rantai kalimat membuat lalai ke angan2

Entah belum saatnya

atau memang keadaan membuat itu terpendam

Sebuah Kuncian Alunan dalam jiwa

EHP,

191110

17.41

BATU


Ku lihat batu.. bulat, hitam, kekar, menakutkan

Melirik..

Rerumputan di ujung sana.. Hijau, segar, indah

Berjalan sebentar..

Sebuah taman yang indah, perpaduan rerumputan, pepohonan, dan batu batuan

hanya batu biasa.. nampuk melengkapi keindahan taman itu

pendamping..

bukan mengurangi dan membuatnya menakutkan, namun memancarkan kesempurnaan

Hanya ckup menjadi batu,

mendampingi, bukan bermaksud membuat menjadi buruk dan menakutkan..

bertujuan mendampingin, membuat lebih baik..

walau tergantung kembali kepada view yang dilihat, terkadang tidak menjadi indah

namun itu hanya lah sebuah fatamorgana, karena semua saling menlengkapi untuk menjadi lebih baik

canda, senyum, dan tawa


EHP

260810

Penjabaran Takbiratul Ihram oleh KH Ahmad Dahlan

Asslamu'alaikum. wr. wb.

Bismillah, semoga Alloh selalu merahmati kita dan menuntun kita menuju pada JalanNya.

Tulisan ini saya buat karena, ingin membagi ilmu dari KH Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) --> Pendiri Muhammadiyah

ALLAH --> yang selama ini kita kenal sebagai Tuhan kita.

berasal dari huruf Alif Lam -- Lam Ha

AL (alif lam) = Hamba

LAH (lam ha) = Berserah

ALLAH = tempat para HambaNya untuk berserah diri, pasrah diri.

Pada saat mulai shalat selalu kita dahului Takbir (tentunya setelah niat). atau lebih dikenal dengan nama Takbiratul Ihram.

yang berarti Takbir yang Mengharamkan.

Apa yang diharamkan?

Makan --> tadinya halal

Bicara --> tadinya halal

Nah, itu dua contoh kecil saja tentang apa yang tadinya halal, tapi begitu sudah memulai shalat dengan melakukan takbiratul ihram, maka kalian tak bisa lagi makan dan bicara selama shalat.



Pada saat tangan di angkat sejajar dengan telinga, kita ucapkan Allahu Akbar.

mengapa Allau Akbar?

Allahu Akbar = Allah Maha Besar. Karena itu, setelah melakukan takbir, yang kita ingat hanya Allah, tidak boleh yang lain.

"Kalau sudah shalat, pekerjaan yang tadinya diperbolehkan sebelum shlat menjadi tidak diperbolehkan karena kita hanya diperbolehkan untuk mengingat Allah saja. Allah Yang Maha Besar."


EHP

170810

Jati Diri Bisnis yang Hilang

Bismillah,
Berbagai macam bisnis yang berkembang saat ini. Mulai dari yang memanfaatkan isi perut bumi sampai yang memanfaatkan permukaan bumi. Tujuan utama dari bisnis ini adalah mendapatkan keuntungan (uang). Setiap roda kehidupan saat ini bergantung dengan adanya uang sebagai alat tukar. Uang diputar dari berbagai bisnis yang berkembang saat ini, apapun itu.
Sejatinya uang haruslah menjadi sarana pensejahteraan bagi manusia. Namun saat ini, uang seperti menjadi beban bagi sebagian manusia di pelbagai penjuru dunia. Tidak peduli apakah itu bagian Utara, Selatan, Timur, Barat, ataupun tengah.
Mengapa? Karena dalam perputaran uang (bisnis) yang ada saat ini, kehilangan salah satu jati dirinya yaitu Integritas. Integritas disini memiliki makna prinsip moral yang tinggi, kebenaran, kejujuran dan ketulusan. Dapat dikatakan jati diri inilah yang hilang dari dunia bisnis saat ini, dimana seharusnya dengan adanya bisnis dapat menjadikan masyarakat lebih sejahtera. Kegelisahan ini sampai menimbulkan sebuah ungkapan “Si Kaya semakin kaya, dan Si Miskin semakin miskin.”
Selain dilihat dari sisi masyarakat, banyak juga saat ini terjadi penipuan-penipuan dalam bisnis, mulai dari kalangan pasar hingga kalangan pebisnis besar. Seperti diketahui, kasus pembajakan banyak terjadi, sapi gelonggongan, susu formula, pemalsuan sampo dan sabun, KKN, dan masih banyak lagi.
Hal ini sungguh berbeda dengan ajaran setiap agama. Hal ini sungguh berbeda dengan nurani manusia. Dalam Ajaran Nabi Muhammad saw (Islam) ada etika-etika dalam berbisnis yang harus dilakukan dan ini amat berhubungan dengan integritas dan kesejahteraan masyarakat. Inilah beberapa etika yang berhubungan dengan Integritas, yaitu:
1. Kejujuran. Ini merupakan aspek terpenting dalam berbisnis. Beliau bersabda,” Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya.” (H.R. Al-Quzwani). Ada juga sabda beliau,” Siapa yang menipu kami, maka dia bukan kelompok kami," (H.R. Muslim). Beliau selalu jujur dalam berdagang (berbisnis) dan Beliau pun melarang para pedagang meletakkan barang yang busuk di bawah dan barang yang bagus di atas.